Kali ini saya akan mempostingkan sebuah informasi yang bisa jadi sangat berguna bagi sobat blogger sekalian.
Sebenarnya saya cukup prihatin dengan beberapa penjual yang menyarankan pengecasan pertama 8 jam pada Smartphone baru,padahal smarphone tersebut telah menggunakan baterai jenis Lithium Ion/Li-Ion yang tidak perlu melakukan overcharge(Pengecasan yang berlebihan,misal 8 jam) dan tricle charging(pengecasan normal hingga penuh + tambahan 1 sampai 2 jam).
Bahkan teman saya sendiri,ada yang disuruh melakukan pengecasan pertama 8 jam pada handset Bl*ckB*rry T*rch 2 baru nya.Apa gunanya melakukan pengecasan pertama selama itu?Seperti yang kita tahu,jika sebuah baterai Li-Ion telah di charge hingga 100% maka penge-charge-an akan berhenti dengan sendirinya,sehingga percuma di charge dengan waktu yang lama.

Di dunia ponsel pada umumnya ada 4 jenis rechargeable battery yang beredar yaitu: NiCD / NiCad NiMH / Metal Li-Ion / Lithium Ion Li-Poly / Lithium Polymer
Karena perbedaan tersebut maka proses charging yang benar juga berbeda-beda.

Battery NiCD / NiCad.
Battery NiCD adalah type rechargeable battery pertama di dunia, kapasitasnya yang cukup besar membuat battery ini dipilih untuk ponsel-ponsel lama yang membutuhkan pasokan listrik besar. Sekarang sudah sangat jarang ada ponsel/smartphone yang menggunakan baterai jenis NiCD/NiCad.  Untuk Battery baru harus di charge selama 12 jam nonstop, dan selanjutnya charge pada saat battery NiCD sudah benar-benar habis(hingga ponsel mengalami Auto Shutdown) karena battery NiCD mempunyai permanen memory effect bila dicharge pada saat tidak benar-benar habis, sehingga battery anda semakin lama kapasitasnya semakin menurun dan akhirnya mati total.

NiMH / Metal.
NiMH adalah generasi kedua dari rechargeable battery , keuntungannya dibanding battery NiCD adalah beratnya yang lebih ringan serta memory effect yang bersifat sementara, tetapi memory effect ini bisa menjadi permanen jika pengecasan selalu dilakukan dengan tidak benar. Selain ukuran dan berat NiMH yang lebih ringan, juga battery NiMH lebih ramah terhadap lingkungan, tetapi walau begitu battery NiMH tidak bisa dibuang di sampah begitu saja, karena ada pross khusus untuk me-recycle battery jenis ini.
Sampai sekarang battery NiMH masih sering kita temui dipasaran, terutama untuk ponsel-ponsel yang menengah kebawah, ini tidak lain karena battery NiMH harganya lebih murah sehingga bisa menekan harga ponsel secara keseluruhan, sedangkan cara perawatan battery NiMH yang benar adalah sebagai berikut. Pengecasan pertama battery NiMH anda paling tidak 12 jam untuk kali pertama, sedang untuk selanjutnya charge battery anda sesuai dengan petunjuk yang datang bersama ponsel anda plus sedikit tambahan (sekitar 30-60 menit) untuk memberikan kesempatan bagi battery NiMH untuk melakukan “trickle charge”.
Usahakan pengisian dilakukan pada saat battery sudah benar-benar habis, dan tidak perlu melakukan discharge di desktop charger untuk pengisian selanjutnya seperti layaknya battery NiCD, dan bila suatu saat anda merasa terburu-buru dan tidak sempat menghabiskan battery NiMH anda, anda bisa melakukan charging walaupun pada saat tersebut battery anda belum benar-benar habis, konsekuensinya pada saat digunakan maka battery NiMH anda akan terasa cepat habis, tapi hal ini hanya berlangsung secara temporer karena bila anda sudah benar-benar menghabiskan battery anda, dan anda melakukan charging lagi, maka performa battery anda akan kembali seperti semula.(Tipe Baterai Ini memang biasanya digunakan ponsel-ponsel yang menengah kebawah,tetapi jangan salah,ada beberapa device smartphone Bl*ckB*rry yang masih menggunakan baterai jenis ini)

Li-Ion / Lithium Ion
Battery ini adalah generasi ke 3 dari rechargeable battery, dan keuntungannya terhadap battery NiMH maupun NiCD, adalah berat dan ukurannya yang ringan, sehingga bisa membuat ponsel menjadi berukuran kecil dan ringan. Kebanyakan ponsel yang keluar sekarang sudah menggunakan battery jenis ini sebagai sumber dayanya sehingga lambat laun harga battery Li-Ion semakin murah saja.
Keunggulan battery ini adalah tidak adanya memory effect pada saat charging sehingga tidak perlu menunggu battery ini habis baru melakukan charge, namun demikian ada pula beberapa perawatan yang perlu dilakukan pada battery ini. Untuk battery baru, charge battery anda sesuai dengan petunjuk atau sampai lampu/indikator ponsel anda menandakan battery full, setelah itu segera lepas charger anda, demikian juga untuk selanjutnya anda tidak perlu melakukan over charge untuk mendapatkan trickle charge seperti pada battery NiCD dan NiMH, karena pada battery Lithium tidak ada istilah trickle charge, bahkan overcharge battery lithium ion bisa menurunkan kemampuannya.
Walaupun tidak ada memory effect pada battery jenis ini, anda sebaiknya melakukan charging pada saat battery ini sudah habis atau indikator ponsel anda sudah menunjukkan “battery low”, ini dikarenakan battery Lithium Ion memiliki “life cycle” (umur charging) yang lebih sedikit dari battery jenis NiCD dan NiMH, dan tiap kali anda melakukan charging dihitung sebagai 1 kali tidak peduli anda melakukan charge sampai penuh atau tidak.Meski anda hanya melakukan pengecasan 2 menit atau bahkan 2 detik,tetap saja dihitung 1 kali pengecasan.Daya tahan battery ini kurang lebih 300 sampai 500 kali(Tergantung penggunaan) pengecasan dengan penurunan kapasitas battery sekitar 0.1% per bulan jika digunakan dengan benar.

Li-Poly / Lithium Polymer
Ini adalah generasi terbaru dari rechareable battery, keunggulannya adalah ramah terhadap lingkungan, sedang kemampuan lainnya sama persis dengan battery LIthium Ion. Untuk perawatan battery Lithium Polymer ini sama persis dengan battery Lithium Ion, hanya saja penggunaan battery Li-Poly harus sedikit hati-hati mengingat sifatnya yang liquid sehingga bisa mengakibatkan bentuk battery bisa berubah karena tekanan.

Sekian informasi dari saya,semoga dapat membantu sobat blogger sekalian dan menghindari kesalahan penge-charge-an.

Sumber: http://www.android-indonesia.com & My Own Knowledge